HCI🖥️ Pertemuan 5: Interaksi
Interaksi dalam Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)
Interaksi dalam konteks Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) mengacu pada komunikasi dua arah antara pengguna dan sistem komputer melalui antarmuka. Tujuan utama dari interaksi ini adalah memastikan bahwa pengguna dapat mengoperasikan sistem dengan mudah, efektif, dan efisien. Prinsip dasar interaksi dalam IMK mengikuti konsep input, proses, dan output, di mana pengguna memberikan perintah, sistem memprosesnya, dan hasilnya ditampilkan dalam bentuk yang dapat dipahami oleh pengguna. Kemudahan dalam berinteraksi dengan sistem menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya guna (usability) suatu sistem.
Dalam IMK, terdapat berbagai jenis interaksi yang digunakan untuk memfasilitasi komunikasi antara manusia dan komputer. Beberapa di antaranya adalah Command Line Interface (CLI) yang berbasis teks, Graphical User Interface (GUI) yang menggunakan elemen visual, Natural User Interface (NUI) yang memanfaatkan sentuhan dan suara, serta Brain-Computer Interface (BCI) yang mengandalkan gelombang otak. Setiap jenis interaksi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan pengguna dan kompleksitas sistem yang digunakan.
Proses interaksi dalam IMK juga dapat dijelaskan melalui Siklus Interaksi (Execution/Evaluation Loop) yang dikembangkan oleh Donald Norman. Siklus ini mencakup tujuh langkah, mulai dari menetapkan tujuan, membentuk niat, menentukan dan melaksanakan tindakan, hingga mengevaluasi hasil yang diperoleh. Model ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem dan bagaimana sistem memberikan umpan balik yang sesuai. Selain itu, konsep Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation menggambarkan tantangan dalam desain antarmuka, di mana perbedaan antara harapan pengguna dan respon sistem harus diperkecil untuk menciptakan pengalaman interaksi yang optimal.
Dalam perancangan sistem interaktif, prinsip usability seperti kesederhanaan, konsistensi, responsivitas, efisiensi, dan aksesibilitas harus diperhatikan agar sistem dapat digunakan dengan nyaman oleh berbagai jenis pengguna. Evaluasi usability dapat dilakukan melalui metode seperti heuristic evaluation, user testing, dan cognitive walkthrough, yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam interaksi dan meningkatkan kualitas sistem. Seiring dengan perkembangan teknologi, tren interaksi dalam IMK terus berkembang, termasuk penerapan AI, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Metaverse, yang menawarkan pengalaman interaksi yang semakin imersif dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
%20_%20PeakD.jpeg)
Komentar
Posting Komentar